Be Smart, Be Creative

Sabtu, 15 September 2012

DIALOG ANTAR AGAMA: SUATU SOLUSI ATAU ANCAMAN


oleh:
Lisna Herdiana
Islam adalah agama besar dan tangguh. oleh karena itu, apabila sebagian golongan yang membenci Islam menyatakan kedengkiannya terhadap Islam secara terbuka, sama artinya mereka menghasut dan memprovokasi bangkitnya kaum Muslimin. Oleh karena itu mereka menggunaan kata-kata yang lunak sebagai senjata untuk membius kaum Muslimin dan memperdayakannya. Salah satunya dengan cara menyelenggarakan dialog antar agama yang bertujuan menciptakan suatu peradaban alternatif dengan cara mencari titik temu dan persamaan antara kedua agama dan kedua peradaban. Karena menurut pihak yang menyelenggarakan, perbedaan dalam Islam adalah hal yang wajar, malah pertentangan dan perselisihan yang tidak diizinkan.
Terlebih, dunia ini dipenuhi suku, agama, budaya dan lain-lain yang beraneka ragam, apabila mengingkari keanekaragaman/pluralitas berarti telah mengingkari kognitif manusia. Oleh karena itu, dialog antar agama adalah salah satu solusi untuk menyelesaikan perbedaan agama, karena setiap agama adalah benar menurut umatnya masing-masing. Sehingga akan tercipta kedamaian antar umat beragama.
Mereka menggunakan dalil untuk menyelenggarakan dialog tersebut, diantaranya:
 Dan jika seorang di antara kaum musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah.” (QS At-Taubah: 6),
atau dialog dengan kaum kafir,
Katakanlah, hai orang-orang kafir” (QS Al Kafirun: 1),
atau dialog dengan agama-agama yang ada dan diakui di dunia,
Katakanlah, ‘Hai ahli kitab, marilah menuju suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak ada yang kita sembah kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan.” (QS Ali Imran: 64).
Padahal persamaan antar agama dan antar peradaban adalah konsep yang kufur, karena hal ini merupakan seruan untuk menyamakan yang benar (haqq) dengan yang salah (bathil), antara diin yang haqq dengan agama yang menyimpang, antara keimanan dengan kekufuran. Sedangkan islam adalah agama yang sempurna, dalam Al-quran dijelaskan bahwa orang non Islam (yahudi dan nasrani) adalah orang-orang kafir.
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan bermaksud membedakan antara Allah dan rasul-rasulNya dengan mengatakan bahwa ‘Kami beriman kepada yang sebagian (dari rasul-rasul itu) dan kami ingkar terhadap sebagian yang lain’ serta bermaksud mengambil jalan lain di antara yang demikian. Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir tersebut siksaan yang menghinakan.” (QS An Nisa’: 150-151)
Dan juga firman-Nya,
Orang-orang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (yaitu) seorang rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur’an).” (QS Al Bayyinah: 1-2).
Wallahu ‘alam

Daftar Pustaka
Hizbut Tahrir. 2002. Hatmiyyah Shira’ Al Hadharat. Tanpa penerbit dan kota terbit

Qadim Zallum, abdul. 1996. Serangan Amerika Untuk Menghancurkan Islam. Pustaka Thariqul ‘Izzah :  _____

Tidak ada komentar:

Posting Komentar