Oleh: Ahmadi Hasbie A.
Secara teoritis terdapat tiga komponen utama agar
pembelajaran berjalan dengan efektif yaitu: 1) kekhasan mata pelajaran, 2)
materi dan 3) siswa. Kekhasan mata pelajaran harus benar-benar dipahami dan
diterapkan dalam pembelajaran. hal ini karena penerapan kekhasan mata pelajaran
dapat terlihat dari silabus, RPP, media pembelajaran, bahan ajar dan alat
evaluasi yang digunakan guru.
Dalam mengajar sebaiknya guru mengidentifikasi, memahami,
dan menganalisis terlebih dahulu kekhasan mata pelajaran khususnya dijenjang
SD. Mata pelajaran tersebut diajarkan
dengan pendekatan tematik terpadu. Artinya mata pelajaran dipadukan oleh tema
atau subtema pemersatu dalam bentuk jaring tema atu subtema. Adapun mata
pelajaran yang terdapat di SD antara lain: bahasa Indonesia, matematika, IPA,
IPS, PPKn, SBdP, dan PJOK.
Bahasa Indonesia
Hakikat mata pelajaran bahasa Indonesia adalah : 1)
sarana berpikir, 2) sarana perekat bangsa, 3) penghela ilmu pengetahuan, 4)
penghalus budi pekerti, 5) pelestari budaya bangsa
Kegiatan berbahasa Indonesia mencakup menyimak,
berbicara, membaca dan menulis. Pembelajaran bahasa Indonesia hendaknya
menerapkan pendekatan berbasis teks, hal ini agar siswa mampu memproduksi dan
menggunakan teks sesuai dengan tujuan dan fungsi sosialnya.
Matematika
Matematika dapat diartikan sebagai ilmu atau pengetahuan
tentang belajar atau berpikir logis, dengan batasan matematika adalah symbol,
bahasa numeric, berpikir logis. Adapun karakteristik mata pelajaran matematika
adalah : 1) memiliki objek kajian yang abstak ( fakta, relasi/operasi, konsep,
prinsip), 2) bertumpu pada kesepakatan, 3) berpola pikir deduktif, 4) konsisten
dalam sistemnya, 5) memperhatikan semesta pembicaraan. Adapun cakupan materi
matematika di SD adalah bilangan (asli, bulat, pecahan), geometri dan pengukuran sederhana, serta
statistika sederhana. Berdasarkan hal tersebut, pembelajaran matematika
hendaknya:
·
Menerapkan pendektan
kontekstual, realistik
·
Menggunakan metode
spiral, induktif, penemuan terbimbing
·
Dilakukan secara
bertahap dan pembelajarannya bermakna
·
Menganut kebenaran
konsistensi
·
Berbasis masalah dan
menggunakan hubungan-hubungan (koneksi)
IPA
Pada hakikatnya IPA terdiri dari tiga komponen yaitu
sikap ilmiah, proses ilmiah, dan produk ilmiah. Sehingga dalam proses
pembelajaran menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan
untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar
secara ilmiah. Adapun cakupan materi IPA di SD adalah 1) makhluk hidup dan
proses kehidupannya, 2) benda/materi, 3) energy dan perubahannya, 4) bumi dan
alam semesta.
IPS
Ilmu pengetahuan sosial (IPS) adalah mata pelajaran yang
mempelajari tentang kehidupan manusia dalam berbagai dimensi ruang dan waktu
serta berbagai aktivitas kehidupannya. Ruang lingkup IPS terdiri atas
pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang dikembangkan dari masyarakat
dan disiplin ilmu social.
PPKn
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
dimaksudkan untuk membentuk siswa menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan
dan cinta tanah air. Ruang lingkup mata pelajaran PPKn terdiri atas: 1)
Pancasila sebagai dasar Negara dan pandangan hidup bangsa. 2) subtansi dan jiwa
UUD 1945, Bhineka tunggal Ika dan Komitmen NKRI.
SBdP
Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) merupakan
aktivitas belajar yang menampilkan karya seni estetis, artistic dan kreatif
yang berakar pada norma, nilai, perilaku dan produk seni budaya bangsa. Ruang
lingkup SBdP di SD adalah seni rupa, seni music, seni tari dan prakarya
PJOK
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) pada
hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk
menghasilkan perubahan holistic dalam kualitas individu (fisik, mental dan
emosional). Adapun ruang lingkup PJOK mencakup: 1) pola gerak dasar, 2)
aktivitas permaianan dan olahraga, 3) aktivitas kebugaran, 4) aktivitas dan
gerak ritmik, 5) aktivitas air, 6) kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar