Be Smart, Be Creative

Sabtu, 10 Agustus 2019

Pendidikan Abad 21


oleh: Ahmadi Hasbie 

dalam artikel yang berjudul “Mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045 Melalui Pendidikan Kecakapan Abad Ke-21” karya Sandi Budi Iriawan, dijelaskan bahwa kecakapan abad 21 dikelompokan menjadi tiga kategori besar yakni
1)   Literasi dasar yang terdiri dari: literasi bahasa dan sastra, numerik, sains, finansial, TIK, budaya dan kewarganegaraan
2)   Kompetensi  yang terdiri dari: berpikir kritis dan pemecahan masalah,  berpikir kreatif dan inovasi, komunikasi dan kolaborasi
3)   Kualitas  karakter terdiri dari : rasa ingin tahu, inisiatif, pantang menyerah, adaptasi, kepemimpinan, dan social budaya
Impilkasi kecakapan abad 21 tersebut terhadap pembelajaran adalah pembelajaran berfokus pada keterampilan karir, keterampilan hidup, keterampilan media, keterampilan belajar, keterampilan berkomunikasi dan berkolaborasi.
Sehingga menurut saya teori belajar yang relevan untuk pembelajaran abad 21 adalah teori belajar kontruktivisme dan humanisme.

Aliran konstruktivisme mengemukakan bahwa realitas ada pada pikiran seseorang. Manusia mengkonstruksi dan menginterpretasikannya berdasarkan pengalamannya. Konstruktivistime mengarahkan perhatiannya pada bagaimana seseorang mengkonstruksi pengetahuan dari pengalamannya, struktur mental, dan keyakinan yang digunakan untuk menginterpretasikan obyek dan peristiwa-peristiwa. Pandangan konstruktivistime mengakui bahwa pikiran adalah instrument penting dalam menginterpretasikan kejadian, obyek, dan pandangan terhadap dunia nyata, di mana interpretasi tersebut terdiri dari pengetahuan dasar manusia secara individual.
Dalam pembelajaran abad 21 guru hendaknya mengakui dan menghargai dorongan diri siswa untuk mengkonstruksikan pengetahuannya sendiri, pada kegiatan pembelajaran, teori belajar kontruktivisme memandang bahwa belajar merupakan proses dimana siswa secara aktif mengkonstruksi atau membangun pengetahuan, gagasan-gagasan, atau konsep-konsep baru didasarkan atas pengetahuan awal yang telah dimilikinya.
Teori belajar kontruktivisme sejalan dengan fokus ketempilan abad 21 yakni keterampilan karir, keterampilan hidup, keterampilan belajar, keterampilan media, keterampilan berkomunikasi dan berkolaborasi.
Selain teori belajar kontruktivisme, teori belajar humanisme juga memainkan peranan penting dalam pembelajaran abad 21. Hal ini karena aliran humanisme lebih memusatkan perhatian pada psikologis sifat dasar manusia untuk meraih sepenuhnya apa yang diinginkan dan berperilaku dalam cara yang konsisten menurut diri mereka sendiri. Menurut teori humanisme tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika siswa telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Dengan kata lain, siswa telah mampu mencapai aktualisasi diri secara optimal.

Berdasarkan uraian di atas, teori humanisme berpandangan bahwa belajar akan efektif apabila dilakukan secara bermakna dan siswa mengalami langsung untuk terlibat dalam pembelajaran. selain itu, pembelajaran humanism cenderung mendorong siswa untuk berpikir induktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar