oleh: Ahmadi Hasbie
dalam artikel yang berjudul “Mewujudkan
Indonesia Emas Tahun 2045 Melalui Pendidikan Kecakapan Abad Ke-21” karya Sandi
Budi Iriawan, dijelaskan bahwa kecakapan abad 21 dikelompokan menjadi tiga
kategori besar yakni
1)
Literasi dasar yang terdiri dari: literasi bahasa dan
sastra, numerik, sains, finansial, TIK, budaya dan kewarganegaraan
2)
Kompetensi yang terdiri dari:
berpikir kritis dan pemecahan masalah,
berpikir kreatif dan inovasi, komunikasi dan kolaborasi
3)
Kualitas karakter terdiri dari : rasa ingin tahu, inisiatif, pantang
menyerah, adaptasi, kepemimpinan, dan social budaya
Impilkasi kecakapan abad 21 tersebut terhadap
pembelajaran adalah pembelajaran berfokus pada keterampilan karir, keterampilan
hidup, keterampilan media, keterampilan belajar, keterampilan berkomunikasi dan
berkolaborasi.
Sehingga menurut saya teori belajar yang
relevan untuk pembelajaran abad 21 adalah teori belajar kontruktivisme dan humanisme.
Aliran
konstruktivisme mengemukakan bahwa realitas ada pada pikiran seseorang.
Manusia mengkonstruksi dan menginterpretasikannya berdasarkan pengalamannya.
Konstruktivistime mengarahkan perhatiannya pada bagaimana seseorang
mengkonstruksi pengetahuan dari pengalamannya, struktur mental, dan keyakinan
yang digunakan untuk menginterpretasikan obyek dan peristiwa-peristiwa.
Pandangan konstruktivistime mengakui bahwa pikiran adalah instrument penting
dalam menginterpretasikan kejadian, obyek, dan pandangan terhadap dunia nyata,
di mana interpretasi tersebut terdiri dari pengetahuan dasar manusia secara
individual.
Dalam pembelajaran abad
21 guru hendaknya mengakui dan menghargai dorongan diri siswa untuk
mengkonstruksikan pengetahuannya sendiri, pada kegiatan pembelajaran, teori belajar kontruktivisme memandang bahwa
belajar merupakan proses dimana siswa secara aktif mengkonstruksi atau
membangun pengetahuan, gagasan-gagasan, atau konsep-konsep baru didasarkan atas
pengetahuan awal yang telah dimilikinya.
Teori belajar kontruktivisme sejalan dengan fokus
ketempilan abad 21 yakni keterampilan karir, keterampilan hidup, keterampilan
belajar, keterampilan media, keterampilan berkomunikasi dan berkolaborasi.
Selain teori belajar kontruktivisme, teori
belajar humanisme juga memainkan peranan penting dalam pembelajaran abad 21.
Hal ini karena aliran humanisme
lebih memusatkan perhatian pada psikologis sifat dasar manusia untuk meraih
sepenuhnya apa yang diinginkan dan berperilaku dalam cara yang konsisten
menurut diri mereka sendiri. Menurut teori humanisme tujuan belajar adalah untuk memanusiakan
manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika siswa telah memahami
lingkungannya dan dirinya sendiri. Dengan kata lain, siswa telah mampu mencapai
aktualisasi diri secara optimal.
Berdasarkan uraian di atas, teori humanisme
berpandangan bahwa belajar akan efektif apabila dilakukan secara bermakna dan
siswa mengalami langsung untuk terlibat dalam pembelajaran. selain itu,
pembelajaran humanism cenderung mendorong siswa untuk berpikir induktif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar